Hubungan Self Efficacy Terhadap Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Abstrak
Self efficacy merupakan faktor penting dalam pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) karena memengaruhi keberhasilan perawatan diri yang berdampak pada kualitas hidup pasien. Penelitian ini memiliki kebaruan pada analisis hubungan self efficacy dengan kualitas hidup pasien DMT2 rawat jalan di rumah sakit daerah melalui penilaian multidimensi pada domain energi, efek pengobatan, dan gejala penyakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh self efficacy terhadap kualitas hidup pasien DMT2 rawat jalan di Rumah Sakit Permata Medika Kebumen. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 100 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Diabetes Management Self-Efficacy Scale (DMSES) dan Diabetes Quality of Life Clinical Trial Questionnaire (DQLCTQ). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki self efficacy sedang (49%) dan tinggi (49%). Kualitas hidup responden secara umum tergolong baik, namun domain energi dan efek pengobatan menunjukkan skor lebih rendah dibandingkan domain lainnya. Uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara self efficacy dan kualitas hidup (p=0,041; r=0,205). Self efficacy berhubungan positif dengan kualitas hidup, terutama dalam menurunkan gejala penyakit pada pasien DMT2.
Kata kunci : Diabetes melitus tipe 2, kualitas hidup, rawat jalan, self efficacy
Unduhan
