Warisan Budaya Hidup dan Pariwisata Komodifikasi Warisan Budaya dalam Tradisi Ngunduh Sarang Burung Walet
Kata Kunci:
kearifan lokal, pariwisata budaya, sarang burung walet, warisan budaya hidupAbstrak
Tradisi Ngunduh Sarang Burung Walet di Karang Bolong merupakan praktik budaya masyarakat pesisir yang mengintegrasikan dimensi ekonomi, ekologis, dan sosial-budaya dalam pemanfaatan sumber daya alam. Kajian mengenai sarang burung walet selama ini lebih banyak berfokus pada aspek perdagangan, produksi, dan komoditas global, sehingga dimensi budaya serta pengetahuan ekologis lokal yang mendasari praktik pemanenan tradisional masih kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan menganalisis tradisi Ngunduh walet sebagai bentuk warisan budaya hidup serta mengkaji potensinya dalam pengembangan pariwisata budaya berkelanjutan. Penelitian studi literatur dengan analisis tematik terhadap artikel ilmiah, buku, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan tradisi Ngunduh Walet selain berfungsi sebagai aktivitas ekonomi berbasis komoditas bernilai tinggi, juga sebagai sistem sosial-ekologis yang mencerminkan kearifan lokal, pengetahuan ekologis tradisional, identitas budaya, serta praktik konservasi berbasis masyarakat. Selain itu, proses pemanenan sarang walet memiliki nilai budaya dan pengalaman yang berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata tanpa mengabaikan pelestarian lingkungan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian mengusulkan konsep pariwisata komodifikasi warisan budaya sebagai pendekatan yang menempatkan praktik produksi berbasis budaya sebagai inti pengalaman wisata dengan tetap menjaga autentisitas budaya dan keberlanjutan ekologis. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan pariwisata budaya berkelanjutan serta pengelolaan warisan budaya hidup di Kabupaten Kebumen.
