Pemanfaatan Limbah Tambak Udang sebagai Pupuk Cair Untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Pesisir Kebumen UGGp
Abstrak
Budidaya udang di pesisir selatan Kebumen, khususnya Desa Surorejan, berkembang pesat namun menghadapi tantangan pengelolaan limbah yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi pengelolaan limbah tambak serta mengeksplorasi potensi pemanfaatannya sebagai pupuk cair organik guna mendukung pertanian berkelanjutan di kawasan Kebumen UNESCO Global Geopark (UGGp). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur, penelitian menemukan bahwa sebagian besar pengusaha belum menerapkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) karena kendala biaya operasional dan rendahnya kesadaran lingkungan. Dampaknya berupa pencemaran laguna dan penurunan kualitas tanah yang mengancam produktivitas. Namun, limbah tersebut kaya akan unsur hara (N, P, K) yang berpotensi diolah menjadi pupuk cair organik. Berdasarkan studi literatur, fermentasi limbah dengan bioaktivator EM4 memenuhi standar Permentan 261/2019 dan mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman secara signifikan. Penelitian menyimpulkan bahwa optimalisasi pengelolaan limbah melalui pendekatan inovatif berbasis kolaborasi pentahelix merupakan solusi berkelanjutan yang selaras dengan target SDGs dan standar UNESCO Global Geopark.
